SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat banjir. Ini berdasarkan perkiraan di kabupaten itu masih potensi banjir karena curah hujan masih tinggi.
“Hasil dari paparan rapat yang kami selenggarakan, ternyata masih ada potensi banjir, terutama di wilayah utara,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Jumat, 8 Maret 2024.
Disampaikannya, melihat potensi tersebut pihaknya pun memperpanjang status tanggap darurat banjir untuk 14 hari ke depan. Hal ini untuk mempermudah pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir di wilayah tersebut khususnya di kecamatan wilayah utara yang hampir sebagian besar terdampak banjir belum lama ini.
“Karena dengan status ini dapat mempercepat dan mempermudah apabila ingin mengadakan bantuan untuk korban banjir,” sebutnya.
Irawati menambahkan, saat ini berdasarkan laporan dari BPBD wilayah setempat masih ada beberapa desa di sejumlah kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Desa Kalau, dan Berunang Miri, Kecamatan Parenggean dan Kecamatan Cempaga Hulu, di Desa Sungai Ubar serta di Telawang di Dusun Muara Ubar Desa Tanah Putih.
“Memang belum ada laporan lebih lanjut untuk Dusun Muara Ubar, karena air masih tinggi 50 cm. Tapi kalau melihat potensi hujan saat ini tidak menutup kemungkinan akan meningkat lagi,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post