SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perikanan (Diskan) setempat pabrik es batu balok mulai beroperasi akhir tahun 2024 ini. Pengecekan pembuatan mesin pengolah es batu di Kota Malang telah dilakukan.
“Mudahan sudah bisa beroperasi di tahun 2024 ini juga, diperkirakan sekitar bulan September atau Oktober,” kata Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, Rabu, 21 Februari 2024.
Disampaikannya, progres rencana pembangunan pabrik es balok sudah dalam tahap pengecekan ke lokasi pembuatan mesin pengolah es batu di Kota Malang. Pihaknya pun berencana memesan mesin pengolah es balok di tempat tersebut.
Pihaknya melihat langsung mesin pembuatan es batu dan akan kembali merapatkan dulu hasil pengamatan di lokasi untuk melengkapi berkas yang diperlukan agar dapat segera berproses di E-Katalog.
“Pembangunan gudang pabrik es membutuhkan waktu tiga bulan, sementara untuk pembuatan mesinnya memerlukan waktu lima bulan dan untuk merakit mesin di lokasi tempat pabrik tersebut dan sampai berdiri perlu waktu satu bulan. Setelah selesai semua, baru pabrik es balok bisa beroperasi. Dengan asumsi mulai membuat mesin bulan Maret dan mulai membangun gudang bulan April atau Mei,” ungkapnya.
Disebutkannya, mesin pengolah es batu yang dipesan nantinya akan mencetak es batu berupa balok dengan ukuran 25 kg per baloknya, dengan kapasitas 5 ton perhari atau sekitar 250 balok es. Sedangkan daya tahan es balok tersebut tergantung penggunaannya secara terbuka atau tertutup.
“Untuk daya tahan es balok tergantung dari penggunaanya. Kalau digunakan dalam kondisi terbuka bisa bertahan hanya dalam waktu 4 – 6 jam. Kalau dalam kondisi penggunaan tertutup bisa bertahan 8 – 10 jam,” sebutnya.
Pembangunan pabrik es batu balok itu mengingat tingginya kebutuhan es balok di wilayah ini, terutama bagi para nelayan, pemerintah daerah memutuskan untuk membangun pabrik es dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar.
Sejauh ini para nelayan masih kesulitan untuk mendapatkan es balok, sementara kebutuhan es balok bagi para nelayan di wilayah ini lumayan banyak. Kebutuhan es balok bagi para nelayan di Kotim dalam sehari sekitar 500 es balok.
Oleh sebab itu untuk membantu para nelayan kebutuhan es batu Pemkab Kotim membangun pabrik itu. Lokasi pembangunan pabrik es nantinya berada di Desa Sungai Ijum Raya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post