SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) lebih serius menyiapkan atlet marching band agar kualitas atlet kedepannya di wilayah itu lebih baik. Mulai dari melakukan seleksi lebih baik hingga dilatih dengan orang yang profesional di bidang itu.
“Setiap tahun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu memiliki agenda rutin untuk marching band. Tetapi saya sampaikan kedepannya benar-benar direncanakan dengan baik dan diprogramkan dengan baik,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu 27 Januari 2024.
Hal itu ia ungkapkan saat membuka kegiatan Mentaya Marching Band Competition II Tahun 2024 di Gedung Volly Indoor Sampit, Jalan Cilik Riwut. Dikatakan, maksud perencanaan dengan baik itu kegiatan dilaksanakan bukan hanya sekedar menuntaskan program rutin tahunan, melainkan dapat melakukan evaluasi dan menciptakan atlet yang berkualitas semakin baik ke depannya.
Dispora diminta dapat menciptakan atlet yang berkualitas, selain itu membentuk atlet marching band sesuai standar adalah keseragaman seperti tinggi badan atlet. Sehingga pihak Dispora agar melakukan seleksi dari setiap sekolah dari hasil seleksi itu dibentuk lah group drum band unggulan dan dilatih dengan benar.
Disampaikan, Kotim telah menjadi juara umum pada Porprov Kalteng beberapa waktu lalu. Seharusnya drum band dari Kotim yang tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) nanti, namun Gubernur Kalteng meminta adanya kolaborasi dari daerah lain lantaran melihat atlet Kotim yang tidak seragam ketinggiannya.
“Seperti kemarin kita juara umum Porprov untuk marching band, tetapi kalau kita melihat dari sisi pemainnya ini kan ada yang tinggi badannya tidak memenuhi standar. Karena kalau drumband itu gerak langkah dan tingginya itu harus sama sehingga kelihatan lebih kompak dan indah. Makanya saya minta tadi kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga yang baru diprogram kan betul, ” tegasnya
Halikinnor bupati sekaligus Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu meminta agar pelatih drum band di wilayahnya harus ada generasi. Jika perlu pelatihnya mendatangkan dari luar daerah atau putra-putri daerah disekolahkan jurusan olahraga agar memiliki kualitas juga.
“Kami akan lengkapi semua untuk venue dan fasilitas olahraganya tapi dengan catatan harus diprogram betul setiap kegiatan, jangan asal jalan. Cari trobosan dan inovasi supaya drumband kita juara dengan kualitas yang baik, karena olahraga ini bisa memunculkan kita di tingkat dunia kalau berprestasi, ” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post