SAMPIT – Gula memanglah manis dan banyak disukai semua kalangan. Tapi, manisnya gula bisa berbahaya untuk tubuh jika berlebihan. Sehingga harus ada batasan untuk konsumsinya agar tubuh sehat dan terhindar dari penyakit diabetes.
“Gula adalah karbohidrat. Seperti karbohidrat pada umumnya, ia menyediakan energi untuk beraktivitas sehari-hari. Guna menjadi energi, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang dialirkan ke setiap sel di seluruh tubuh melalui aliran darah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Sabtu 20 Januari 2024.
Namun ujarnya, jika dikonsumsi berlebihan gula akan menjadi penyakit dalam tubuh. Gula yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh ini nantinya akan memunculkan rentetan masalah kesehatan, mulai dari diabetes hingga kesehatan otak.
“Mengasup makanan manis memang menyenangkan, tapi sebenarnya konsumsi gula dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi. Menurut ahli gizi dari Amerika Serikat, sekaligus penulis No Excuses Detox: 100 Recipes to Help You Eat Healthy Every Day, gula bisa menyebabkan peradangan kronis yang berdampak pada sistem otak,” bebernya.
Sehingga, ketika berhenti mengkonsumsi gula selama satu atau dua minggu, suasana hati akan jadi lebih baik. Ada sebuah penelitian menarik yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition mengenai asupan gula berlebih.
Menurut studi tersebut, wanita yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, termasuk menambah gula ke dalam minuman atau makanan, cenderung rentan mengalami depresi daripada wanita yang lebih sedikit mengasup gula.
“Mengurangi konsumsi gula juga sama halnya mengurangi risiko diabetes pada tubuh. Bukan rahasia lagi kalau tingginya asupan gula bisa menyebabkan terganggunya fungsi insulin hingga menyebabkan penyakit diabetes,” bebernya.
Tingginya asupan gula juga bisa memengaruhi kesehatan otak, seperti menurunkan kemampuan kognitif. Level gula yang tinggi dalam tubuh ini, ujung-ujungnya bisa merusak komunikasi di antara sel-sel otak. Menurut studi dari The University of California, Los Angeles (UCLA), mengurangi konsumsi gula bisa meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post