SAMPIT – Untuk mengatasi banjir yang terjadi hingga menenggelamkan beberapa titik jalan menuju perumahan, warga RT 35, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan gotong royong untuk menggali drainase dan anak sungai.
“Kita sudah melakukan Penggalian Drainase atau pelebaran untuk memperlancar air hujan yang memang dalam beberapa hari ini turun dengan intensitas tinggi. Juga ada kita melakukan pembersihan anak sungai sehingga air bisa mengalir dengan deras menuju sungai besar,” kata Ketua RT 35, Januar, Minggu 7 Januari 2024.
Menurutnya, hingga saat ini pihak pengembang perumahan belum ada menurunkan alat berat untuk membantu pengerukan anak sungai. Sehingga warga harus melakukan pelebaran secara manual.
“Memang kita sudah berkomunikasi dengan pihak pengembang, namun informasinya saat ini alat beratnya masih off atau libur. Kemungkinan Senin depan baru bisa dioperasikan. Sehingga untuk sementara kita lakukan secara manual saja terlebih dahulu,” tegasnya.
Hal itu kata Janu, karena warga tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Mengingat air yang meluap kejalan sudah mulai mengikis jalan dan membuat jalan berlobang bahkan hampir putus akibat aliran air yang cukup deras melintas di jalan.
“Makanya mau tidak mau kita harus turun. Paling tidak agar air dijalan ini surut dulu. Selebihnya nanti kita harapkan pihak pengembang menembuskan aliran air yang ada ini sampai ke sungai besar, karena ini masih tanggung jawab mereka,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post