SAMPIT – Usai kemunculan seekor buaya muara di sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memasang tiga spanduk imbauan di tiga lokasi di sekitar lokasi tersebut.
Munculnya buaya ini, yang baru beberapa hari ini terekam oleh kamera warga dan menjadi viral di media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat akibat kemunculan reptil berdarah dingin.
“Ada tiga spanduk yang kami pasang di tiga lokasi yang berbeda-beda diantaranya, pelabuhan hilir, pelabuhan selamat datang dan pelabuhan ferry penyeberangan,” ucap Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, saat dikonfirmasi wartawan ini, Kamis, 28 Desember 2023.
Dalam spanduk yang dipasang tersebut, berisi imbauan agar masyarakat sekitar berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai serta sampah rumah di sungai tersebut, karena hal itu dapat mengundang kehadiran buaya muara tersebut,
“Spanduk berisi yang kami pasang untuk memberikan, imbauan untuk berhati-hati saat beraktifitas di sungai, himbauan agar tidak membuang bangkai dan sampah rumah tangga ke sungai, imbauan tidak memelihara ternak di atas atau tepi sungai dan himbauan tidak melakukan pencarian ikan dengan cara ilegal (setrum atau racun,red),” bebernya.
Lebih lanjut Muriansyah menekankan, perlunya kehati-hatian bagi warga saat beraktivitas di sungai. Ia juga mengimbau agar warga tidak membuang sampah rumah tangga atau bangkai binatang ke sungai, serta tidak memelihara hewan ternak di pinggir sungai, karena hal itu dapat memancing buaya mendekati permukiman warga.
Dalam beberapa tahun terakhir, data BKSDA Pos Sampit mencatat bahwa buaya muara sudah muncul sebanyak lima kali atau lebih di sekitar lokasi yang sama. Kembali ditekankan pentingnya kewaspadaan dan kerjasama antara warga dan pihak berwenang untuk mencegah potensi konflik dengan hewan buas tersebut.
Untuk diketahui bahwa, kemunculan buaya tersebut tercatat dekat pelabuhan Sampit dan objek wisata patung ikan Jelawat. Warga yang menyaksikan langsung peristiwa ini meyakini bahwa hewan yang muncul di permukaan air Sungai Mentaya adalah buaya jenis muara. Kejadian serupa sebelumnya, baik yang terekam kamera maupun tidak, membuat warga resah.
Resahnya warga bukan tanpa alasan, mengingat aktivitas mereka di sekitar Sungai Mentaya masih sangat tinggi. Beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan buaya terhadap manusia.
“Kemunculan buaya membuat saya sangat khawatir, terutama karena saya sering beraktivitas di sekitar sungai,” ujar seorang warga, Safari.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang merasa risau dengan kehadiran buaya di area yang sering dihuni oleh masyarakat.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post