SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) diminta untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas yang dinilai berpotensi penyumbang inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2024.
“Kami tadi mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi jelang Nataru secara virtual dengan Pemprov Kalteng. Sama seperti yang diungkapkan oleh BI ada beberapa komoditas yang perlu perhatian untuk pengendalian inflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Jumat 8 Desember 2023.
Disebutkannya komoditas yang dimaksud yaitu cabai merah, daging ayam ras, telur ayam dan bawang merah. Itu menjadi perhatian karena berdasarkan pantauan BPS Kotim hampir setiap tahun komoditas terutama pada saat acara besar seperti keagaaman baik Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan tahun baru komoditas itu menjadi tren.
“Sejauh ini kami sebenarnya belum bisa mengasih gambaran untuk bulan Desember, karena orang masih dalam persiapan Natal jadi kita masih menunggu perkembangan. Tapi dalam beberapa tahun ini komoditas yang sering dikonsumsi setiap ada acara seperti ayam ras, telur, cabai merah, bawang merah itu yang berpotensi inflasi, ” ucapnya.
Oleh sebab itu, Pemkab Kotim diminta agar melakukan kegiatan untuk menekan terjadi inflasi tersebut seperti pasar murah dengan komoditas yang berpotensi tersebut, serta mensosialisasikan belanja bijak.
“Sedangkan kalau untuk inflasi pada November 2023 kemarin, Sampit sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,34. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada November 2023 antara lain cabai rawit, beras, angkutan udara, ikan nila, ikan gabus, emas perhiasan, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan pisang,” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post