SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Umar Kaderi menyebutkan, 78 persen kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terdapat di dua kecamatan yang ada di Kota Sampit.
“Kasus DBD paling besar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) dan Baamang. Sehingga kami berkoordinasi camatnya untuk mengerahkan semua warganya pemberantasan nyamuk aedes aegypti,” katanya, Senin 20 November 2023.
Disebutkannya, sejak Januari hingga Oktober 2023 dari 17 kecamatan, Baamang paling tinggi tercatat 96 kasus, MBK ada 69 kasus. Sedangkan untuk kecamatan lain hanya dikisaran 10 kasus seperti di Seranau dan Cempaga, 2 kasus di Kota Besi, 7 kasus di Mentaya Hilir Utara (MHU), 5 kasus di Parenggean, 4 kasus ada di Mentaya Hulu, 3 kasus di Cempaga Hulu, 2 kasus di Mentaya Hilir Selatan.
“Sedangkan untuk Kecamatan Pulau Hanaut ada 3 kasus, Bukit Santuai 2 kasus, Teluk Sampit 2 kasus dan Telawang 1 kasus,” sebutnya.
Melihat jumlah kasus tersebut penyebaran wabah penyakit demam berdarah mulai menunjukkan peningkatan hampir disetiap daerah. Pihak Dinkes pun mulai aktif melaksanakan fogging di sejumlah lokasi rawan dan endemis penyakit berbahaya itu.
Dalam ha ini, warga pun diminta juga mengambil langkah antisipasi dengan melakukan larvadisasi di lingkungannya masing-masing.
“Setelah difogging kemudian warga idealnya melaksanakan larvadisasi. Langkah ini bagus untuk mematikan dan memberantas sarang nyamuk,” ungkapnya.
Untuk larvadisasi, lanjut Umar warga bisa meminta abate di tiap-tiap puskesmas secara gratis yang kemudian dapat ditaburkan di penampungan air maupun selokan yang ada di lingkungan. Disamping juga jangan melupakan pelaksanaan program 3 M yakni menutup, mengubur dan menguras.
“Hal-hal seperti itu dinilai efektif memberantas sarang nyamuk, sehingga angka kejadian kasus pun bisa kita minimalisir,” tuturnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post