SAMPIT – Terkait dengan permasalahan bentrok yang terjadi di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, dan dokter forensik, dr. Ricka Brillianty Zaluchu, enggan memberikan komentar terkait permasalahan tersebut.
Saat itu Gubernur Kalteng, datang dan menjenguk almarhum ke ruang Jenazah RSUD dr Murjani Sampit serta untuk menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban penembakan yang terjadi di Desa Bangkal tersebut.
Sugianto Sabran tiba di instalasi kamar jenazah RSUD dr. Murjani Sampit bersama Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran, sekitar pukul 16:10 WIB pada hari Minggu, 8 Oktober 2023. Ia datang setelah melakukan rapat tertutup di salah satu hotel yang berada di Jalan Jendral Sudirman KM 3, Kota Sampit bersama Forkopimda Provinsi Kalteng.
Ketika hendak diwawancara media www.matakalteng.com, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran hanya mengatakan, “Nanti saja satu pintu semuanya, nanti simpang siur.”ucapnya singkat kepada wartawan ini, setelah menjenguk keluarga korban dan almarhum Gijik di kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit.
Hal yang sama, Dokter forensik dr. Ricka Brillianty Zaluchu, yang datang dari Palangka Raya untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Gijik yang tertembak di dada kanannya, juga tidak memberikan komentar lebih lanjut. Dia hanya mengatakan,
“Nanti satu pintu ke Dirkrimum saja ya, saya dari Palangkaraya langsung kesini tadi mulai jam setengah tiga sore tadi dilakukan autopsi.” ucapnya.
Proses autopsi telah selesai dilakukan, dan beberapa tenaga medis mendampingi dokter forensik keluar dari instalasi kamar jenazah. Proses autopsi terhadap korban dikawal ketat oleh aparat kepolisian.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Keluarga korban, yang diwakili oleh Alexius Esliter, menyatakan bahwa mereka akan menyerahkan kasus ini ke jalur hukum. Mereka menuntut proses hukum untuk memahami lebih lanjut kejadian tersebut.
“Informasi yang diterima pihak keluarga itu positif peluru tajam. Kami pihak keluarga tetap menuntut proses hukum, nanti jika proses autopsi selesai akan dibersihkan dan dibawa ke rumah duka di Desa Bangkal,” ucap Alexius kepada wartawan ini.
Untuk diketahui sementara korban yang lainnya, bernama Taupik Rahman telah dirujuk ke Banjarmasin setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Palangkaraya. Taupik diduga terkena peluru di bagian punggung belakang.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post