SAMPIT – Berdasarkan pantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 1 September 2023 dinyatakan tidak sehat yakni 115 PM 2.5. Atau dengan kata lain tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan juga tumbuhan.
“Pada kualitas udara seperti ini, sangat tidak baik jika terhirup oleh manusia. Sehingga diharapkan saat beraktivitas di luar rumah masyarakat menggunakan masker untuk meminimalis sir dampak dari terhirupnya asap,” kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Jumat 1 September 2023.
Ia juga menginformasikan, kondisi ini bisa semakin parah mengingat terdapat peningkatan hotspot atau titik panas di wilayah Kotim, yakni terdekteksi sebanyak 171 titik panas di Kotim yang tersebar di 10 kecamatan.
“Dengan meningkatnya jumlah titik panas ini, diperkirakan jumlah kebakaran dan lahan yang terjadi juga semakin banyak terutama di wilayah kota Sampit yang memang sudah dikelilingi kebakaran lahan. Kejadian ini tentunya akan memicu meningkatnya asap yang tidak menyehatkan jika terhirup,” ucapnya.
Menurutnya, meskipun api telah dipadamkan oleh petugas dilapangan, namun asap tetap akan menyeruak mengingat lahan Gambut di wilayah Kotim ini lebih sulit dipadamkan dibandingkan wilayah lain. Sehingga biasanya api masih hidup di dalam tanah dan mengakibatkan munculnya asap di permukaan.
“Ditambah lagi kondisi alam kita saat ini sering terjadi angin kencang, sehingga hal itu dapat memicu membesarnya kembali api dan juga membawa asap ke daerah permukiman warga. Maka dari itu kita harapkan agar masyarakat waspada dan menjaga kesehatan salah satunya dengan menggunakan masker,” ucapnya.
Diketahui, titik panas terbanyak muncul di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan jumlah 86 titik dan terbanyak kedua yakni di Kecamatan Baamang dengan 26 titik serta di Kecamatan Teluk Sampit dengan 26 titik juga.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post