SAMPIT – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta turut andi dalam memberantas peredaran narkoba di Kotim. Karena untuk mengatasi kasus tersebut diperlukan kerjasama semua pihak.
“Beberapa waktu yang lalu, saya ikut pemusnahan barang bukti narkoba yang ditangkap di Kota Sampit dengan jumlah yang sangat besar 9,2 kg,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Kamis 24 Agustus 2023.
Disebutkannya, pemusnahan narkoba dengan jenis sabu-sabu itu dilakukan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu. Barang sitaan dengan berat 9,2 kg itu kalau dihitung harganya bekisar Rp12 sampai 18 miliar.
“Jumlah itu terbilang luar biasa karena mencapai belasan miliar. Saya minta bantu saudara selain KAHMI dan FORHATI di Kotim untuk bersama-sama dalam mencegah peredaran narkoba ini,” ucapnya.
Lanjut Halikin, permasalahan peredaran narkoba ini diakuinya tantangan yang berat karena nantinya akan berkaitan dengan kualitas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kotim.
Oleh sebab itu, dirinya menginginkan agar pencegahan peredaran narkoba dimulai dari rumah tangga atau lingkungan KAHMI sendiri. Sekalipun menghilangkan secara sekaligus itu berat, namun setidaknya menghambat.
“Saya ingatkan kemarin, kita mulailah dari rumah tangga kita, minimal menghambat karena kalau menghilangkan mungkin berat,” ujarnya.
Disampaikan Halikin, peredaran narkoba mengasah berbagai kalangan saat ini. Hal itu dikarenakan posisi geografis daerah ini yang strategis, lantaran dapat dikunjungi melalui jalur darat, laut maupun udara.
Ditambahkan, lebih-lebih saat ini setelah jalan sudah mulai bagus dari arah Kabupaten Kotawaringin Barat. Karena bedasarkan informasi barang yang banyak masuk itu dari Malaysia terus Kobar dan itu yang masuk ke Kotim.
“Sehingga menjadi sasaran empuk dan membuat Kotim ini masuk zona hitam. Makanya ini harus kita lakukan bersama-sama, tidak bisa dilakukan oleh salah satu pihak. Setidaknya kita bisa menghambat peredaran narkoba,” demikian Halikinnor.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post