SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengkaji terkait bencana kebakaran lahan (karhan) untuk menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kotim.
“Karhutla ini akan kita kaji agar kita bisa menaikkan status menjadi tanggap,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu 23 Agustus 2023.
Peningkatan kejadian karhan dan banyaknya ditemukan titik hotspot menjadi pertimbangan pihaknya untuk meningkatkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat. Menurut Halikin, dengan ditingkatkannya status tersebut penangan karhan dapat dilakukan secara maksimal.
“Karena sekarang banyak ditemukan titik hotspot. Dengan banyaknya hotspot ini apakah sudah memenuhi syarat untuk peningkatan status. Dengan begitu kita bisa melakukan secara maksimal penanganannya, ” ujarnya.
Sementara berdasarkan data dari Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), titik hotspot yang ditemukan di wilayah tersebut selama penetapan siaga karhutla hingga 22 Agustus kemarin yaitu 1072 hotspot. Sedangkan kejadiannya ada 99 di sejumlah kecamatan dengan total luas lahan yang terbakar 314,769 hektar.
“Saya juga berharap masyarakat jangan mengolah lahan dengan cara dibakar. Begitu juga sampah yang kadang-kadang dibakar takutnya kita lalai api menjalar dan semakin besar. Karena kita tahu tanah kita itu gambut, kalau kering mudah sekali terbakar,” tuturnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post