SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan camat yang ada di wilayahnya melakukan deteksi dini untuk mencegah konflik antara masyarakat dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) khususnya perkebunan kelapa sawit.
“Saya mohon kepada camat untuk memantau kejadian yang lagi trend yaitu tuntutan masyarakat terhadap plasma 20 persen kepada perusahaan,” kata Halikinnor, Salasa 18 Juli 2023.
Itu dilakukan untuk mencegah peristiwa yang terjadi di Kabupaten Seruyan, masyarakat anarkis lantaran diduga tuntutannya yaitu plasma tidak kunjung diberikan oleh salah satu pihak perusahaan perkebunan di wilayah tersebut. Keanarkisan yang dilakukan masyarakat hingga perusakan fasilitas seperti mobil polisi setempat tidak dapat dicegah.
“Saya tidak mau ada di kecamatan camat tidak tahu atau tidak mendeteksi awal bahwa ada rencana tentang demo-demo yang anarkis seperti itu. Segera komunikasikan dengan Kapolsek dan Danramil yang ada di sana koordinasi dengan tim yang kita bentuk, sehingga kegiatan semacam demo-demo bisa diantisipasi dari awal,” ujarnya.
Dijelaskan Halikinnor antisipasi itu dilakukan lantaran Kotim ini memiliki perkebunan terbesar atau terbanyak untuk ukuran kabupaten se-Indonesia, sehingga Kotim menjadi barometer di Indonesia.
“Ya walaupun terbesar tapi belum ada manfaatnya bagi masyarakat. Tapi kita sudah bentuk tim, jadi mana perusahaan yang tidak melakukan kewajibannya kita tegas. Hati-hati perusahaan, saya akan tegas terhadap kewajiban itu karena sudah saatnya perusahaan memberikan kontribusi kepada masyarakat, ” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post