SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyebut belanja daerah pada triwulan I pada tahun 2023 tidak mencapai target. Karena realisasi keuangan yang dicapai 15,55 persen sedangkan realisasi fisik sebesar 17,40 persen. “Sudah saya sampaikan realisasi kita itu 15 persen, dan sebenarnya target ketentuan triwulan I pertama 20 persen dan kita belum bisa mencapai itu,” kata Halikinnor, Senin 17 April 2023.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan I Kabupaten Kotim Tahun 2023. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Bapelitbangda Kotim itu dihadiri oleh seluruh Kepala OPD dan Camat. Lanjut Halikin, sebagaimana diketahui target belanja yang harus dicapai pada triwulan 1 adalah realisasi keuangan sebesar 20 persen dan realisasi fisik di atas 20 persen.
Apabila berdasarkan data realisasi per 31 Maret 2023 dari total belanja APBD murni Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 2 091.135. 900.669, tercatat capaian realisasi keuangan sebesar 324.828.965.267 atau sebesar 15,55 persen. Sedangkan realisasi fisik sebesar 17,40% artinya capaian realisasi ini masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 20 persen.
“Namun masih bersyukur berdasarkan rapat Tim Percepatan Penyerapan Anggaran (Tepra) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2023 yang lalu, Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi penyerapan tertinggi se kabupaten atau kota se Kalimantan Tengah untuk triwulan 1 tahun 2023,” sebutnya
Namun dirinya tetap meminta agar laporan hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulan I ini menjadi bahan evaluasi kinerja terhadap masing-masing kepala perangkat daerah untuk perbaikan pada pelaksanaan kegiatan triwulan II, khususnya untuk penyerapan belanja modal mengingat belanja modal ini selain sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi namun juga hasil pembangunannya paling cepat dilaksanakan oleh masyarakat.
“Saya ingatkan kepada semua Kepala OPD jangan menganggap kita yang paling tinggi di Kalteng, tapi kita masih di bawah target. Harusnya ini bisa lebih digenjot dan dimaksimalkan sehingga di triwulan kedua target 50 persen bisa tercapai kalau bisa di atas itu. Penyerapan anggaran penting lantaran berkaitan dengan stimulus ekonomi masyarakat artinya ketika kegiatan itu berjalan dan akan berdampak pada masyarakat contoh kegiatan bangunan seperti pengaspalan jalan itu berpengaruh terhadap material dan tukang,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post