SAMPIT – Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Sehingga dengan adanya panen raya di Pegatan, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan dapat menurunkan harga beras di wilayah Kotim.
“Selain menyerap hasil panen petani lokal di wilayah Kotim dan Pegatan Kabupaten Katingan. Tentu dengan adanya panen di wilayah sana bisa berpengaruh terhadap turunnya harga beras di sini,” kata Kepala Cabang Bulog Sub Divisi Regional Sampit, Rony Hadianto, Senin 27 Februari 2023.
Disebutnya, dari hasil pantauan kami kisaran kenaikannya antara Rp 500 sampai Rp 1.000. Beras yang mengalami kenaikan harga rata-rata beras premium seperti siam unus dan beras bermerk lainnya. Namun dirinya berharap memasuki musim panen padi di wilayah Pegatan pada awal Maret nanti bisa membuat stok beras terkendali sehingga harga beras turun.
“Kalau beras yang keluar dari gudang Bulog Sampit antara 50-100 ton setiap bulannya. Kami juga menyerap hasil panen petani lokal di wilayah Kotim dan Pegatan Kabupaten Katingan. Pembelian dilakukan sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, ditambahkan Rony untuk menjaga harga beras tetap stabil kedepannya, pihaknya turut mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang membangun Rice Milling Unit atau pabrik penggilingan padi modern di Kotim.
Karena dengan adanya penggilingan tersebut Kotim bisa menghasilkan beras yang berkualitas. Itu didukung karena Kotim termasuk daerah lumbung padi. Sehingga nantinya bisa bersaing dengan daerah luar provinsi atau luar kabupaten.
“Kami mendukung rencana pembangunan pabrik tersebut. Mungkin karena letaknya di Sampit ini sebagai lumbung dengan begitu dapat menghasilkan beras yang berkualitas. Sehingga masyarakat lebih memilih produk lokal karena kualitas yang sama dengan beras daerah lain,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post