SAMPIT – Ribuan Anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) se-Kalimantan Tengah (Kalteng) berkumpul di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk memperingati 23 tahun Peristiwa Sampit 2001, Selasa, 21 Februari 2023.
Peristiwa tersebut terjadi pada 18 Februari 2001 lalu. Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang kembali, maka dibuatlah tugu perdamaian di Bundaran Balanga, Jalan Jendral Sudirman, km 3, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Sampit.
Peringatan Peristiwa Sampit ini diadakan di Taman Kota Sampit, dengan dihadiri oleh anggota Batamad dari 14 kabupaten se-Kalteng dan 1 kabupaten dari luar Kalteng yaitu Kalsel dengan dipimpin langsung Panglima Batamad Kalteng, Yuandrias.
Salah seorang anggota BATAMAD dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Insatianor mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap hal ini menjadi langkah masyarakat semakin rukun dan selalu mempertahankan adat istiadat.
“Semoga kerukunan dan keberagaman selalu terpupuk, agar masa-masa itu tidak terulang lagi. Dengan adanya kegiatan ini juga kami BATAMAD semoga saling kompak, saling sinergi untuk membangun Kalteng yang tentram,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dengan keadaan sekarang ini, Sampit kini telah dikenal sebagai kota yang damai, tentram, sejahtera serta kesehatan penduduknya yang rukun. “Semoga kerukunan dan ketentraman selalu kita jaga. Dimana bumi dipijak disitu Langit diJunjung,” demikianya.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post