SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginginkan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tetap dilaksanakan tahun 2023 ini. Persiapan mulai dilakukan untuk melaksanakan kegiatan demokrasi ditingkat desa tersebut.
“Terkait pilkades saya lagi bentuk tim, karena memang kami sedang menghitung betul waktunya jangan sampai pilkades ini menghambat kegiatan Pemilu,” kata Halikinnor, Selasa 21 Oktober 2023.
Diketahui ada 77 desa tersebar di 15 kecamatan yang kepala desanya habis masa jabatannya dan harus dilakukan pemilihan kepala desa pada tahun ini.
Berdasarkan estimasi hitungan lanjut Halikinnor, pelaksanaan pilkades bisa dilakukan. Itu berdasarkan hasil rapat dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda). “Saya sudah rapat dengan forkopimda dan telah membentuk tim, mengkaji semua aspek dari biaya, keamanan dan waktunya,” imbuhnya.
Selain itu, kalau tidak dilaksanakan tahun ini yang menjadi pertimbangan adalah puluhan desanya akan dijabat penjabat (Pj) dengan kurun waktu cukup lama yaitu 2 tahun. Ditambah lagi, yang menjadi Pj haruslah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Sekalipun bupati yang menunjuk itu tetap bisa menghambat. Karena biasanya di desa yang PNS itu hanya guru. Kalau mereka yang jadi Pj, gimana dia mengajar, saya berpikir ke sana. Mudah-mudahan ini bisa dan dilaksanakan. Kepastian waktunya masih menunggu hasil rapat lagi,” ujarnya.
Ini merupakan pilkades serentak keempat yang akan digelar di Kabupaten Kotim. Sebelumnya pilkades serentak dilaksanakan di 77 desa pada 21 Oktober 2017, kemudian pilkades di 48 desa pada 15 Desember 2018, selanjutnya pilkades di 43 desa pada 14 Maret 2020.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post