SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Itu bertujuan mencegah terjadinya konflik politik di tengah masyarakat di wilayah Kabupaten Kotim.
“Kita ketahui sebentar lagi yaitu tahun 2024 akan dilaksanakan pemilihan umum (Pemilu) serentak. Biasanya pada kontestasi pemilu sangat erat kaitannya dengan adanya potensi konflik politik itu,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati saat sambutan di pembentukan FKDM, Rabu 16 November 2022.
Masalah itu harus diwaspadai bersama. Oleh sebab itu, Pemkab Kotim dalam upaya menjaga kesatuan dan persatuan serta mewujudkan ketentraman ketertiban dan perlindungan masyarakat, melakukan upaya kewaspadaan dini masyarakat. Salah satu langkah adalah membentuk FKDM tingkat kecamatan se-Kotim Tahun 2023.
“Pembentukan FKDM tingkat kecamatan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2006. Semoga dengan adanya ini bisa membantu kondusifitas di masyarakat jelang Pemilu nanti,” imbuhnya.
FKDM tersebut diselenggarakan memulai Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kotim. Dimana pesertanya ada Camat se-Kotim.
Kepala Kesbangpol Kotim Sanggol Lumban Gaol menambahkan, berdasarkan Permendagri nomor 46 Tahun 2019 tentang Perubahan atau Mendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di daerah. Kewaspadaan Dini adalah serangkaian upaya atau tindakan untuk menangkal segala potensi ancaman tantangan hambatan dan gangguan dengan meningkatkan pendeteksian dan pencegahan dini.
“Tugas FKDM kecamatan nantinya adalah mencari menampung mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan gejala atau peristiwa bencana dalam kerangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara diri,” jelasnya.
Selain itu, memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Camat mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat. Sehingga, camat akan kembali membentuk FKDM tingkat desa. Sehingga pencegahan konflik tersebut hingga tingkat desa.
“Keanggotaan FKDM itu dari wakil-wakil organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya. Jadi itu mereka yang akan direkrut menjadi anggota FKDM,” sebutnya.
Dirinya berharap dengan adanya FKDM ini mampu meredamkan konflik yang terjadi di tengah masyarakat, terutama menjelang Pemilu yang sering terjadi gesekan. “Biasanya ada gesekan-gesekan semakin panas menjelang Pemilu. Inilah yang menjadi pemikiran kita semua agar gesekan itu tidak menimbulkan permasalahan yang besar di Kotim,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post