SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar angka stunting di Kalimantan Tengah (Kalteng). Momen peringatan Hari Kesehatan Nasional diharapkan dapat menjadi perhatian dalam penangan stunting di wilayah setempat.
“Kita ketahui kasus stunting di Kotim tertinggi di Kalteng. Saya harap HKN ini membuat kita lebih fokus dalam penanganan stunting. Tidak hanya itu, yang lain juga,” kata Bupati Kotim Halikinnor saat jalan sehat peringatan HKN di Taman Kota Sampit, Minggu 13 November 2022.
Meski talah ada penurunan angka stunting hingga 50 persen dari sebelumnya, tapi tetap penangan stunting harus menjadi perhatian. Sehingga target penangan stunting pada tahun 2024 tercapai yaitu 14 persen.
“Oleh sebab itu, saya minta ajak masyarakat untuk meningkatkan posyandu. Karena sampai sekarang posyandu kita masih rendah. Salah satu penanganan stunting adalah dengan menggiatkan posyandu,” ucapnya.
Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri peringatan HKN ke-58 yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah Kepala OPD, salah satunya Kepala Dinas Kesehatan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menambahkan Kotim merupakan salah satu kabupaten penyumbang stunting tertinggi di Kalteng. Sementara posyandu aktifnya masih rendah yakni sekitar 20 persen, akses jembatan sehat 55,7 persen dan akses air bersih 62,3 persen.
Pihaknya berharap dengan pelaksanaan peringatan HKN ke-58 menjadi momentum bersyukur. Karena masih diberikan kesempatan untuk bangkit dan berbenah. Namun juga menjadi momentum untuk lebih banyak memberikan perhatian terhadap masalah kesehatan yang dihadapi.
“Kami mohon dukungan dari berbagai pihak dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih siap antisipatif dan tangguh dalam menghadapi ancaman masalah kesehatan yang terjadi saat ini maupun di masa yang akan datang,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post