SAMPIT – Debut air di Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus naik. Rumah warga setempat benar-benar tidak dapat lagi didiami, mereka pun mulai ada yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Warga sudah mulai mengungsi karena rumah mereka sudah tidak memungkinkan untuk membuat katil (panggung) lagi,” kata Kepala Desa Hanjalipan, Sapranyah, Kamis 20 Oktober 2022.
Disebutnya, ketinggian air di desa tersebut berada di kisaran 150-230 sentimeter. Sebanyak 15 dari 461 kepala keluarga (KK) mengungsi ke dataran tinggi karena sudah 100 persen rumah terendam. “Mereka mengungsi di bukit-bukit ada juga yang bikin pondok. Air sudah hampir mencapai atap, jadi tidak bisa lagi membuat katil,” sebutnya.
Namun ditegaskan Sarpansyah, jika air kembali naik hingga setengah meter maka dipastikan rumah warganya tidak dapat lagi didiami. Sekalipun rumah warga ada yang dibangun dengan tongkat yang tingginya 2 meter, 2,80 meter, dan ada yang 3 meter.
“Sekarang ini mereka masih bertahan dengan menambah ketinggian katil. Tapi kalau naik lagi maka mereka akan mengungsi karena tidak bisa lagi katil ditinggikan,” ujarnya.
Mengantisipasi itu, pihak desa telah menyiapkan tenda dan peralatan dapur umum. Sehingga kapanpun dibutuhkan maka tenda akan langsung dipasang. “Kami hanya menunggu keinginan masyarakat saja,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post