SAMPIT – Camat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk segera melapor terkait kesiapan lahan seluas 5 hektar untuk penyangga pangan.
“Saya beri waktu 10 hari. Nanti akan saya lihat siapa yang belum membuat laporan terkait kesiapan lahan penyangga pangan,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa 11 Oktober 2022
Disebutnya, Dinas Pertanian sudah menyampaikan hasil rapat di rumah jabatan (Rujab) Bupati (Selasa, 27 September 2022) yang menyangkut kesiapan lahan kebun penyangga dalam rangka pengendalian inflasi di setiap kecamatan. Dari laporan tersebut, masih ada kecamatan yang belum melaporkan perkembangan secara berkala.
“Saya sudah ingatkan para camat, kalau belum ada, gunakan alat berat excavator bantuan dari kami untuk menyiapkan lahan tersebut. Paling tidak 5 hektar setiap kecamatan untuk penyangga pangan,” tukas Halikin.
Sebelumnya, seluruh camat diminta mempersiapkan lahan kosong untuk penyangga pangan. Lahan itu nantinya digunakan untuk tanaman pengganti padi.
Setidaknya setiap kecamatan untuk mempersiapkan lahan seluas 5-10 hektar. Nantinya akan ditanami jenis umbi-umbian seperti singkong, jagung, talas, sukun, porang serta ketela dan lainnya yang mendukung ketahanan pangan. Bupati Kotim juga meminta Sekda menyiapkan anggaran setidaknya Rp 10 miliar untuk ketahanan pangan.
Disebutnya, saat ini alam juga tidak mendukung untuk hasil panen para petani. Anggaran itu nantinya dipergunakan untuk membantu petani agar dapat memproduksi tanaman dengan baik. “Saya harap dengan upaya yang kita ambil ini ketahanan pangan di Kotim tetap baik,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post