SAMPIT – Musim kemarau sudah terjadi sejak Juni 2022 dan bahkan kini sudah memasuki puncak musim kemarau. Namun diperkiraan memang akan ada hujan yang terjadi. Bahkan pada hari ini (Kamis, 8 September 2022) khususnya di Kecamatan Mentaya Hulu dan Bukit Santuai ada terjadi pertumbuhan awan hujan signifikan yang bisa menyebabkan hujan deras.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit Musuhanaya mengatakan, berdasarkan informasi citra satelit Himawari-8 infrared enhanced menunjukkan adanya pertumbuhan awan hujan signifikan di seluruh wilayah Kotim terutama di Mentaya Hulu dan Bukit Santuai.
“Bahkan ada sejumlah daerah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, untuk itu masyarakat yang berada di wilayah tersebut harus berhati-hati,” kata Musuhanaya, Kamis 8 September 2022.
Disebutkannya, sejumlah wilayah itu yakni Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Parenggean, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, Telawang, Kota Besi, Cempaga, Baamang, MB Ketapang, Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit.
Diketahui, pada bulan September ini curah hujan akan sejumlah 4,26 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah. Lalu pada 66,42 persen diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah, sedangkan 29,32 persen mengalami curah hujan tinggi.
Dari persentase curah hujan tersebut, ada peningkatan jumlah wilayah yang akan mengalami curah hujan kategori rendah, sedang, dan juga tinggi.
“Sementara untuk prakiraan curah hujan selama 24 jam di Kotim dari tanggal 8 September 2022 pukul 07.00 WIB hingga tanggal 09 September 2022 pukul 07.00 WIB berdasarkan model WRFDA (Weather Research and Forecasting Data Assimilation) berpotensi hujan ringan hingga sedang,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post