SAMPIT – Diketahui bahwa pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) cukup tinggi, apalagi tahun 2021 lalu. Berdasarkan data statistik yang disampaikan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) belum lama ini, tercatat ada sebanyak enam ribu lebih.
Kepala Disnakertrans Kotim Fuad Sidiq melalui Kepala Bidang Perindustrian dan Kesejahteraan Pekerja Gatut Setyo Otomo mengatakan kondisi tersebut terjadi lantaran kurangnya minat pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia di wilayah setempat.
“Di tempat kita ini banyak lapangan pekerjaan karena banyak terdapat Perusahaan Besar Swasta (PBS) seperti di bidang perkebunan kelapa sawit. Tapi sayangnya banyak yang tidak berminat sumber daya manusia (SDM) kita,” katanya.
Hal ini terbukti dari banyaknya pekerja yang didatangkan dari luar daerah untuk mengisi lowongan pekerjaan di PBS tersebut. Padahal jika pencari tersebut berminat di bidang tersebut, maka tingkat pengangguran di Kotim tidak akan mencapai angka yang terdata di BPS Kotim yaitu 6.767 orang pada tahun 2021 lalu.
“Bisa dikatakan pencari kerja kita yang rata-rata lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat itu pilih-pilih dalam mencari kerja. Tidak mau yang kerjanya di lapangan,” imbuhnya. Namun pihaknya juga tidak bisa memaksakan, karena menurutnya, para pencari kerja memiliki hak memilih sesuai dengan harapan mereka masing-masing.
“Sekalipun begitu, kami juga tidak tinggal diam. Berbagai upaya kami lakukan untuk mengurangi pengangguran saat ini. Seperti melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Karena kami ingin mereka bisa membuat kerja mandiri kedepannya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post