SAMPIT – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) melakukan aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim).
Aksi unjuk rasa ini membuat aparat kepolisian setempat bekerja ekstra. Pasalnya beberapa ruas jalan terpaksa ditutup sementara sehingga pengendara lainnya harus merubah rute perjalanan mereka.
Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Kabag Ops Polres Kotim Kompol Zaldy Kurniawan mengatakan, dalam mengamankan massa aksi pagi hari ini pihaknya mengerahkan 164 Personel gabungan dari Polsek Ketapang dan Baamang. “Ini untuk pengamanan, dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Zaldy, Selasa, 23 Agustus 2022.
Hal ini dilakukan agar demo yang dilakukan para supir ini berjalan tertib dan damai. Tidak hanya ratusan personel yang dikerahkan, namun tameng dan Truk Water Canon juga diturunkan di sekitar kantor DPRD Kotim itu.
Demo yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu hingga saat ini masih berjalan damai. Mereka tidak melakukan aksi yang membuat ricuh dan masih setia menunggu hasil dari rapat yang dilakukan oleh perwakilan masa aksi dan juga DPRD di ruang paripurna.
Ada sekitar 300 orang pendemo yang datang menuntut agar meninjau ulang solar subsidi, dijadikan satu harga atau dicabut subsidinya. Karena selama ini, mereka mengaku kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi, dan ujung-ujungnya selalu memakai BBM jenis Dexlite.
Tuntutan mereka tidak terlepas karena dianggap solar subsidi dikuasai sebagian orang dan menimbulkan kelangkaan. Keresahan inilah yang membuat mereka geram. Para pendemo itu juga membawa sejumlah atribut berupa spanduk yang diantaranya bertuliskan “Selamatkan uang negara ratusan triliun, hitung ulang subsidi BBM solar”.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post