SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan melakukan tes urine kepada karyawan perusahaan besar swasta (PBS) baik di bidang perkebunan maupun lainnya. Ini dilakukan lantaran melihat peredaran narkoba di wilayah ini cukup tinggi.
“Kemarin kami telah melakukan tes urine di tingkat kecamatan, dan itu akan kami lakukan secara bertahap. Bahkan kami juga akan melakukan tes urine di perkebunan,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis 18 Agustus 2022.
Kotim menjadi daerah yang sangat rawan peredaran narkoba. Itu terbukti dari kasus yang diungkap oleh kepolisian setempat. Disebutnya dalam sepekan bisa mengungkap hingga 5 kasus penyalahgunaan narkoba.
Ini dikarenakan daerah itu menjadi rumah berbagai perusahaan perkebunan dan pertambangan. Sehingga menjadikan mobilitas penduduk dari luar daerah semakin tinggi. Itu membuat potensi terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
“Selama ini kami dan juga kepolisian telah melakukan upaya pemberantasan bahkan saya nilai cukup bagus. Namun faktanya masih banyak penyalahgunaan narkoba. Makanya kami lakukan tes juga kepada karyawan PBS,” ujarnya.
Karena tidak menutup kemungkinan, para karyawan perusahaan juga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sehingga dirinya menilai dengan cara itu, pihaknya tahu perusahaan yang menjadi sasaran pemasaran barang haram paling banyak di wilayahnya.
“Dengan di tes urine kita semua tahu perusahaan mana yang banyak dimasuki. Jika dari hasil tes mengungkapkan banyak yang positif maka kami akan minta tindakan tegas perusahaan, sehingga karyawan tidak menyalahgunakan narkoba. Karena kalau permintaan barang tidak ada maka penawaran juga tidak ada oleh tidak ada yang beli,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post