SAMPIT – Pembuatan embung dinilai sangat diperlukan guna menjaga pasokan air tetap aman selama kemarau dan mencegah banjir pada musim hujan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berencana membangun dua embung menggunakan dana bagi hasil dana reboisasi (DBH DR) yang diperkirakan hampir mencapai setengah miliar rupiah.
“Kami sudah merencanakan membangun dua embung pada tahun ini, tepatnya di Kebun Raya dan Desa Rawasari, Kecamatan Pulau Hanaut. Masing-masing embung sekitar Rp 200 juta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Machmoer, Sabtu 13 Agustus 2022.
Embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait. Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika, hingga pengairan.
Embung juga bisa dibangun di sekitar depo sampah guna menjaga kualitas air di daerah tersebut, serta embung bisa digunakan untuk menambah nilai dari depo itu sendiri, karena embung bisa dijadikan sebagai tempat pembibitan ikan dan kegiatan lainnya.
“Kemungkinan pengerjaan akan dimulai pada bulan September 2022, karena saat ini masih dalam proses pengadaan. Semoga bisa berjalan dengan lancar, sehingga pembangunan bisa kita lakukan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” terangnya.
Untuk diketahui, Kotim sudah memiliki satu embung yang dibangun pada tahun 2021. Tepatnya di dekat Kantor UPTD Persampahan. Embung dibangun berukuran panjang 60 meter, lebar 25 meter dengan kedalaman 6 meter.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post