SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengajukan pembangunan stasiun bahan bakar minyak (BBM) untuk para nelayan maupun petani. Stasiun pengisian itu diajukan langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor.
Asisten II Setda Kotim Alang Arianto mengatakan, tengah menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. “Melalui Dinas Perikanan juga sedang berusaha untuk memproses izin pembangunan untuk nelayan dan juga yang perlu mendapat perhatian yaitu kebutuhan BBM para petani untuk alat pertaniannya,” katanya, Sabtu 18 Juni 2022.
Pihaknya akan berusaha agar pembangunan stasiun itu disetujui. Karena berfungsinya bukan untuk nelayan saja, tapi juga pertanian. Karena selama ini petani khususnya di Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan sentral pertanian itu ketika ingin mengoperasionalkan alat hand tractor kesulitan mencari BBM bersubsidi.
“Jangankan subsidi, yang bukan subsidi seperti BBM jenis Dexlite juga sulit. Makanya kami perjuangkan ke pemerintah pusat agar segera dibangun. Mungkin tahun ini kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Disebutnya, stasiun pengisian BBM ini telah lama diajukan yaitu sejak tahun 2021. Namun karena terdapat kendala, prosesnya berhenti. Tahun 2022 kembali diusulkan lagi oleh Pemkab Kotim. Direncanakan pembangunan akan dipusatkan di sekitaran Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) lantaran di sana akan dibangun juga pelabuhan pendaratan ikan.
“Stasiun itu kami upayakan dibangun untuk memudahkan para petani dan nelayan memperoleh BBM. Kalau di lihat dari kuota untuk Kotim cukup besar tapi mungkin dalam tanda kutip ada penyaluran kemana. Semoga dengan adanya itu tidak lagi mereka kesulitan mencari BBM,” ujarnya.
Pihaknya juga telah meminta dukungan DPR RI serta BPH Migas dan Pertamina untuk mewujudkan itu. Pasalnya, BBM kunci dari perputaran ekonomi. Jika terjadi kesulitan BBM maka akan berpengaruh pada harga sembako.
“Dukungan itu sangat kami perlukan karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan. Selain itu Kotim juga sebagai parameter inflasi Kalimantan Tengah(Kalteng) selain Kota Palangkaraya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post