SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) meminta kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ditambah untuk wilayah setempat. Itu untuk mengantisipasi kelangkaan minyak jenis tersebut.
Asisten II Setda Kotim Alang Arianto mengatakan, BBM pelaksanaan program langit biru di Kotim telah berjalan dengan baik pada tahun 2021. Sehingga tidak ada lagi beredar BBM jenis premium.
“Tapi seiring tidak adanya premium maka kebutuhan Pertalite meningkat di Kotim saat ini,” katanya saat menghadiri kegiatan sosialisasi sinergitas BPH Migas dengan DPR RI yang dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi VII Willy Midle Yosseph, Jumat 17 Juni 2022.
Pasalnya, warga yang sebelumnya menggunakan premium beralih ke Pertalite pasca ditetapkannya menjadi BBM bersubsidi. Tidak hanya itu, kegiatan pelangsiran juga berpindah ke BBM jenis tersebut akibat adanya margin antara Pertalite dengan Pertamax.
“Kami berharap kuota Pertalite untuk Kotim ditambah untuk antisipasi kelangkaan. Begitu pula dengan Solar terutama untuk angkutan bahan pokok kami mohon juga ditambah karena masih terdapat antrian di SPBU,” ujarnya.
Sementara Sales Area Manager PT. Pertamina Kalselteng Jalu Tarwoco mengungkapkan, realisasi BBM jenis Solar pada tahun 2021 yaitu 37.509 kilo liter dan Pertalite sebesar 47.743 kilo per liter.
Lanjutnya untuk penyaluran BBM tahun 2022 untuk kuota Solar 37.530, realnya 16.186 atau sebesar 45 persen. Dan Pertalite yaitu 46.700 dan realnya 24.831 atau 53 persen. “Sementara realisasi sampai dengan April lalu yaitu 12.069 kilo per liter untuk solar dan pertalite 18.877 kilo per liter,” ungkapnya.
Diakuinya memang terjadi lonjakan permintaan terhadap produk Pertalite namun pihaknya tidak bisa serta merta terus melakukan penambahan kuota pasokan, terlebih Pertalite sudah berstatus sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post