SAMPIT – Warga Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) ramai-ramai mudik lebih awal menjelang Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah atau tahun 2022 ini. Pasalnya selain sudah diperbolehkan pemerintah dengan persyaratan yang lebih mudah, para pemudik juga khawatir kehabisan tiket jika mudik dekat dengan hari lebaran.
Salah seorang pemudik yang tengah menunggu keberangkatan di Pelabuhan Sampit Wardi mengatakan, ia sekeluarga akhirnya bisa mudik pada tahun ini setelah beberapa tahun tidak bisa pulang kampung ke daerah Madiun lantaran adanya larangan dari pemerintah.
“Kami sangat bersyukur tahun ini bisa mudik, bahkan persyaratannya juga sudah ringan. Sehingga tidak banyak memakan biaya untuk tes antigen atau PCR. Asalkan sudah di vaksin sampai tahap 3 saja atau vaksin Booster,” ujarnya, Kamis 14 April 2022.
Ia juga bersyukur bahwa dirinya sekeluarga sudah mengikuti vaksinasi lengkap, hanya satu anaknya yang belum divaksin dan harus melengkapi syarat tes antigen. Keberangkatan ia sekeluarga memang sudah direncanakan ketika mengetahui pemerintah sudah memperbolehkan melakukan mudik.
“Setelah anak-anak mulai libur sekolah kami semua sudah bersiap untuk mudik, dan memang sengaja ikut kapal karena lebih murah dibandingkan transportasi lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala PT Pelni Cabang Sampit Muhammad Jabir mengatakan, penumpang kapal saat ini memang sudah mulai menunjukkan adanya peningkatan. Bahkan kemarin 13 April sebanyak 503 penumpanh berangkat meninggalkan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Jawa Timur.
“Meski masih di bawah jumlah maksimal kapasitas kapal yakni 920 penumpang. Namun ini sudah tergolong banyak, dan kemarin itu merupakan keberangkatan pertama saat momentum mudik lebaran 2022 ini. Karena sebulan sebelumnya kami tidak ada pelayanan perjalan laut lewat Pelabuhan Sampit, sebab ada perbaikan armada,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, selama musim mudik lebaran ini, PT Pelni menyediakan dua kapal untuk melayani pemudik, yakni KM Kelimutu dan KM Lawit. Setelah lebaran nanti, akan ada kapal tambahan yakni KM Leuser guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post