SAMPIT – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Kotawaringin Timur (Kotim) geruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Puluhan mahasiswa dan pemuda ini menuntut diturunkannya sejumlah kebutuhan pokok yang saat ini naik signifikan.
Perwakilan mahasiswa yakni Ari mempertanyakan, alasan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok salah satunya minyak goreng yang notabenenya Kotim merupakan penghasil terbesar komoditi minyak goreng di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Padahal pemerintah dan sejumlah instansi bisa mengadakan pasar murah dengan menjual minyak goreng dengan harga murah. Ini kami pertanyakan dapat dari mana minyak tersebut, sementara di pasar saja mahal?. Bagaimana pengawasan pemerintah melalui instansi terkait mengawasi penyaluran minyak goreng ini,” ujarnya, Rabu 13 April 2022.
Sementara mahasiswa lainnya Ufik mempersoalkan terkait infrastruktur di Kotim yang dinilai masih sangat kurang. Ia mengakui pemerintah memang sudah mulai menggalakkan pembangunan, namun masih kurangnya perawatan seperti lampu jalan dan gorong-gorong.
“Saya apresiasi pembangunan yang dilakukan, namun sangat disayangkan untuk kebermanfaatannya tidak diperhatikan khususnya gedung-gedung. Serta lampu kota juga banyak yang padam, apakah ini memang rusak atau tengah ada perbaikan. Seperti yang tertuang dalam program 100 hari bupati. Bagaimana pengawasan anggarannya dari DPRD?,” tegasnya.
Ditambahkan pula oleh Alif selaku Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Sampit, berkaitan dengan infrastruktur, ia menyoroti perihal banjir yang kerap semakin parah setiap tahunnya. Baik di dalam Kota Sampit maupun di daerah hulu Kotim.
“Ditambah lagi saat terjadi banjir, petugas kesehatan seolah-olah tidak ada di lokasi. Padahal pada saat banjir apalagi banjir parah, masyarakat sangat membutuhkan tenaga kesehatan berada di tempat untuk memberi pertolongan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pada dasarnya puluhan mahasiswa dan pemuda mendesak pemerintah untuk tegas dalam melakukan pengawasan terhadap sejumlah harga yang kini naik dan juga terkait pembangunan infrastruktur di Kotim agar lebih merata dan lebih dirasakan kebermanfaatannya oleh warga.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post