SAMPIT – Saat ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah beberapa hari tidak turun hujan, sehingga di tengah Ramadan yang mewajibkan umat Islam untuk berpuasa, harus bersabar menahan dahaga di tengah hawa panas ini sembari menunggu waktunya berbuka.
Bahkan dalam kondisi ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit mengeluarkan hasil pantauan cuaca di Kotim, yakni terdapat satu titik panas di Kotim tepatnya di daerah Kecamatan Mentaya Hulu yang diduga berasa dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Meski potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca di Kalimantan Tengah Kotim secara keseluruhan kategori aman. Namun, tidak ada pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim. Artinya daratan kering dan sementara hujan tidak ada turun,” kata Musuhanaya selaku Kelala BMKG Bandar Udara H Asan Sampit, Senin 4 April 2022.
Selain itu ujarnya, titik panas juga terjadi di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Katingan. Di Seruyan, titik panas terdapat di Kecamatan Seruyan Hulu. Sedangkan di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.
“Adapun prakiraan curah hujan dalam 24 jam ke depan berdasarkan Weather Research Forecasting Data Assimilation berpotensi hujan ringan hingga sedang di Kotim,” tegasnya.
Lanjutnya, pagi ini sejumlah daerah memang berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang di Kotim yakni Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Seranau, Cempaga Hulu, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, Telaga Antang.
“Dan dapat meluas ke wilayah Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit. Data ini akan terus di update dan prakiraan berlaku selama 24 jam, jadi besok bisa saja data ini berubah,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post