SAMPIT – Lahan tidur yang cukup banyak terdapat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai rawan terjadi kebakaran. Untuk mengurangi itu, Camat MBK, Eddy Hidayat Setiadi meminta lebih baik lahan tersebut dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
“Dari pada tidak terpakai dan rawan terhadap kebakaran saat kemarau, lebih baik dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Lahan tidur tempat kita banyak,” kata Eddy, Sabtu 26 Maret 2022.
Dengan begitu, nantinya tidak ada lagi lahan yang tidak produktif. Selain itu dinilai dapat membantu ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, karena hasil bertani cukup menjanjikan seperti bercocok tanam hortikultura.
Dipilihnya tanaman holtikultura selain kondisi geografis yang mendukung di wilayah tersebut,lahan yang diperlukan juga tidak begitu luas. Berbeda dengan tanaman padi yang harus memerlukan lahan setidaknya 3 hektar lebih untuk memperoleh untung ratusan juta dengan perawatan yang cukup rumit.
Diungkapkan dirinya, hanya lahan seluas 1 hektar saja keuntungan yang diperoleh bisa mencapai ratusan juta. Seperti tanaman tomat dan melon. Disebutnya rata-rata petani di wilayahnya dalam setiap kali panen bisa meraup keuntungan Rp 300-600 juta. Sementara modal yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 90 juta.
“Dari pada lahan tidur menjadi musibah karena tidak bisa terkena api sedikit saja, lebih baik dijadikan berkah bagi masyarakat kita. Masyarakat sejahtera kita juga aman dari Karhutla,” imbuhnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post