SAMPIT- Meski pandemi Covid-19 melanda dalam beberapa tahun terakhir, namun hal itu tidak mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim Rafiq Riswandi IP mengatakan, yang merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia terus meningkat. “IPM Kotim setiap tahun ada peningkatan meski pandemi Covid-19,” katanya, Senin 7 Maret 2022.
Dijelaskan, jika IPM meningkat maka kesejahteraan juga meningkat. Pasalnya IPM mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Disebutnya, pada tahun 2020,IPM Kotim berada di angka 70, tahun 2021 meningkat hingga mendekati angka 100. “Dengan mendekati ke angka 100 itu, artinya kesejahteraan masyarakat Kotim semakin bagus,” sebutnya.
Sementara penilaian IPM ini dilakukan langsung oleh pemerintah pusat berdasarkan tiga komponen, pertama adalah pendidikan, kedua kesehatan dan yang ketiga adalah komponen ekonomi. Ditambahkan, jika suatu daerah dengan SDM memiliki jenjang pendidikan semakin tinggi, maka semakin bagus kualitas pembangunan manusianya.
“Itu yang terus diupayakan Pemkab Kotim agar masyarakat nya dapat menempuh pendidikan minimal 12 tahun. Tapi alhamdulillah saat ini rata-rata hingga di jenjang perguruan tinggi,” tambahnya.
Sedangkan dari segi kesehatan tolak ukurnya adalah usia harapan hidup. Untuk usia harapan hidup di Kotim adalah di usia 70 tahun ke atas. Dan sisi ekonomi, kaitannya dengan daya beli masyarakat. Semakin kuat daya beli masyarakat maka mencerminkan ekonomi masyarakat semakin bagus.
“Saat ini masyarakat Kotim terbilang telah mampu tidak hanya memenuhi kebutuhan primer, namun juga kebutuhan sekunder. Itu artinya ekonomi semakin bagus, karena kebutuhan pokok itu tidak jadi masalah lagi. Itu sebabnya IPM Kotim terus meningkat,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post