SAMPIT – Khusus untuk bantuan sosial (bansos) jenis Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai disalurkan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotim Wiyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial, Watmin mengatakan, pemerintah pada bulan Februari ini meluncurkan 4 program bansos, dua di antaranya PKH dan BPNT yang disalurkan melalui Dinsos.
“Semenatara untuk Program Indonesia Pintar (PIP) itu berada di Dinas Pendidikan (Disdik) dan satu lagi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa berada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD),” ujar Watmin, Selasa 22 Februari 2022.
Menurutnya, untuk bansos yang berada di Dinsos khusus untuk PKH tahap 1 sudah mulai dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening Bank Himbara masing-masing Penerima Keluarga Manfaat (PKM).
“Dan pelaksanaannya didampingi oleh masing-masing pendamping PKH, sementara untuk BPNT yang dulunya berupa pangan lewat E warung sekarang berupa uang melalui Kantor POS, untuk Triwulan I juga informasinya sudah mulai disalurkan pada Rabu 16 Februari 2022 kemarin,” ungkapnya.
Dijelaskan, jumlah PKM pada PKH dan BPNT berbeda lantaran adanya perbedaan komponen persyaratan penerima. “Kalau penerima PKH pasti penerima BPNT tapi penerima BPNT belum tentu penerima PKH karena komponen PKH macam-macam,” ujarnya.
Ia mencontohkan, penerima PKH misal ibu hamil, punya anak balita dan anak sekolah, otomatis menerimanya lebih banyak. Misal anak sekolah Rp 700 ribu maka akan ditambah lagi kalau ada balitanya dan ibu menyusui yang ada di dalam kartu keluarga (KK) penerima.
“Untuk PKH ada sekitar 10 ribu an penerima, ini tergantung pada jumlah komponen yang ada di dalam KK nya. Sedangkan untuk BPNT khusus untuk masyarakat miskin, program dari pemerintah untuk pemberdayaan fakir miskin, jadi tidak ada pengaruhnya ibu menyusui atau punya anak balita. Jumlahnya Rp 200 ribu di kali 3, totalnya Rp 600 ribu,” jelasnya.
Diketahui, baik PKH maupun BPNT merupakan program bantuan reguler dari Kementerian Sosial (Kemensos). Artinya, kedua bantuan tersebut akan terus berjalan, baik ada maupun tidak ada pandemi.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post