SAMPIT – Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun yang mulai dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat perhatian serius dari para orangtua. Pasalnya dari sejumlah kasus di luar daerah, bermacam-macam gejala muncul pada anak usia menjalani vaksinasi.
Namun demikian, Kepala Puskesmas Baamang I Sampit, Supriadi mengatakan, para orangtua tidak perlu khawatir karena vaksinasi ini sudah aman untuk diberikan pada anak usia 6-11 tahun. “Sejauh ini belum pernah ada keluhan serius usai anak menerima vaksin, keluhannya hanya sebatas demam biasa saja,” kata Supriadi, Sabtu 22 Januari 2022.
Lanjutnya, dari 18 Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Baamang I, baru 1 SD yang sudah melaksanakan vaksinasi. Lantaran vaksinasi anak memang baru dimulai di Kotim. “Baru SDN 5 Sampit saja yang sudah melakukan vaksinasi, nanti akan kita lanjutkan di SD lainnya. Pelaksanaan vaksinasi ini bertahap agar tidak mengumpulkan banyak massa,” tegasnya.
Menurut Supriadi, usai menerima vaksi, pihaknya juga memberikan obat penurun demam. Namun memang tidak semua orang tua menerima obat tersebut dengan alasan memiliki obat penurun demam sendiri di rumah yaitu jenis parasetamol.
“Kalau mengalami demam tetap diperbolehkan mengkonsumsi obat penurun demam, itu tidak mempengaruhi sama sekali terhadap efek vaksinnya. Dan demam ini merupakan gejala wajar usai mendapatkan vaksinasi. Sama halnya seperti anak-anak usai menjalani imunisasi, rata-rata mengalami demam setelahnya,” jelasnya.
Untuk itu dirinya berharap, para orangtua mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 dengan cara memberi izin anaknya untuk mengikuti vaksinasi. “Ini untuk keamanan dan kenyamanan bersama, bukan untuk kepentingan satu pihak saja. Bahkan hal ini dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang lebih aman,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post