SAMPIT – Camat Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Adi Chandra mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh aliran yang tidak benar dari sejumlah oknum. “Jangan mudah percaya dan terprovokasi dari isu-isu yang merusak persatuan bangsa ini. Jadi tetap teguh dan tidak mudah diiming-iming,” katanya, Jumat 24 Desember 2021.
Sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya aliran sesat yang dapat merusak persatuan bangsa. Seperti melakukan pendekatan kepada organisasi dan komunitas sembari memberi sosialisasi wawasan kebangsaan dan toleransi antar umat beragama. “Kami juga telah melakukan pembinaan kepada RT dari 5 Kelurahan dan 1 Desa di wilayahnya semenjak belum adanya kasus penangkapan terduga teroris. Hal ini merupakan salah satu langkah pencegahan terhadap adanya paham Radikal ditengah masyarakat,” jelasnya.
Disampaikan pula sejauh ini warga Baamang terutama pendatang hampir 90 persen sudah mengikuti aturan yaitu wajib lapor, sehingga dirinya memastikan aman. “Mudah-mudahan tidak menyasar ke wilayah Baamang tapi kami terus antisipasi bersama forum koordinasi pimpinan Kecamatan Baamang,” sampainya.
Sementara Lurah Baamang Barat mengungkapkan dari pihak Kelurahan juga telah meminta seluruh ketua RT untuk mendata pendatang yang ada di lingkungannya masing-masing. Namun ditegaskan dirinya sejauh ini belum menerima laporan Terkait warga yang mencurigakan di wilayahnya. “Jumlah RT di Kelurahan Baamang Barat ada 35 dan 3 RW, dan setiap RT saya minta mendata warga yang baru, seandainya ada warga yang mencurigakan gerak-geriknya saya minta untuk lapor ke kami untuk mengantisipasi lebih awal,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)



















Discussion about this post