SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berencana meminta Perusahaan Besar Swasta (PBS) dibidang perkebunan kelapa sawit untuk memberikan beberapa hektar lahan untuk sejumlah pondok pesantren yang ada di Kotim.
“Karena PBS Perkebunan ini memiliki kemitraan jadi itu harus dimanfaatkan dengan benar, salah satunya untuk pondok pesantren,” kata Halikinnor, Rabu 27 Oktober 2021.
Hal itu diungkapkannya saat kegiatan tasyakuran dan sosialisasi Perpres nomor 82 tahun 2021 di pondok pesantren Darussalam Sampit. Menurutnya dengan pemberian lahan itu dapat membantu pondok pesantren mengembangkan pendidikannya. Karena setiap bulan pondok pesantren akan memiliki pemasukan dana pasti setiap bulannya.
Seperti di Pondok Pesantren Darussalam yang telah memiliki balai latihan kerja untuk santrinya. Sehingga bantuan dari perkebunan itu dapat digunakan untuk mengembangkan balai latihan kerja workshop kejuruan otomotif. Dengan begitu santri mendapat bekal ilmu lebih dan memudahkan mereka dalam membuka peluang usaha. “Di Kotim ada 24 pondok pesantren, seandainya mendapat 10 hektar saja itu pasti ada masukan setiap bulan untuk pondok pesantren,” sebutnya.
Dirinya pun akan meminta dukungan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, serta akan mengundang pihak perkebunan untuk membicarakan hal tersebut. “Kalau tidak dana CSR yang akan kami alihkan ke pondok pesantren. Hal itu penting karena dengan adanya pesantren ini membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul karena dibekali oleh pendidikan umum maupun agamanya,” pungkasnya.
Selain itu, dengan adanya bantuan dari perkebunan itu diharapkan tidak ada lagi orang yang mengatasnamakan pondok pesantren meminta-minta di jalan. “Harapan kami tidak ada lagi orang yang minta-minta membawa nama pondok pesantren di Kotim. Dan terkait bantuan untuk pondok pesantren itu kami akan upayakan,” tegasnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post