SAMPIT – Pendaftaran vaksinasi secara dalam jaringan atau online mampu meminimalisasi adanya kerumunan di Kotawaringin Timur. Pada fasilitas kesehatan tak tampak lagi adanya keramaian warga yang mengantre untuk disuntik vaksin.
Seperti yang terpantau di Puskesmas Ketapang 1 Sampit beberapa waktu belakangan ini. Tak ada penumpukan warga bahkan bisa dibilang lebih lengang. Kepala Puskesmas Ketapang 1, Elmi Mulyani mengatakan, selain melayani para pendaftar online pihaknya juga memberikan vaksin bagi yang mendaftar manual atau offline.
“Sebab tidak semua pendaftar online datang sesuai jadwal. Serta ada pula yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan,” katanya, Senin 18 Oktober 2021. Kemudahan lainnya pengantre vaksin merupakan telah terdaftar dan dijadwalkan menerima vaksin pada hari tersebut. Jadi tidak ada kekhawatiran tidak mendapatkan vaksin seperti sebelumnya.
Pendaftaran vaksin secara online ini sudah diterapkan sepekan terakhir ini. Hal ini cukup membantu mencegah kerumunan pada saat vaksinasi. Tingginya antusiasme masyarakat untuk suntik vaksin membuat gelombang antrean di setiap pelayanan kesehatan membludak. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersedian vaksin di daerah itu.
Sebab itu pendaftaran vaksinasi online ini diterapkan. Terpisah Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi menyampaikan, capaian target vaksinasi Covid-19 di Kotim hingga saat ini baru 42 persen. Namun, pemkab tetap mematok target tinggi yakni 80 persen hingga akhir Desember 2021.
“Saat ini vaksinasi Covid-19 di Kotim 42 persen Harapan ke depan bisa mencapai 80 persen,” ujarnya. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah terus bekerjasama dengan pihak instansi vertikal dan organisasi di Kotim.
Fokus utama yakni wilayah perkotaan, namun juga tetap melaksanakan di pedesaan melalui puskesmas. Hal itu dilakukan secara bertahap dengan harapan masyarakat antusias mengikuti vaksinasi. “Kami akan terus berupaya untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini hingga seluruh masyarakat tervaksin,” demikiannya.
(dia/raf/matakalteng.com)





















Discussion about this post