SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mencanangkan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil pada pertengahan bulan Agustus 2021.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, pencanangan itu dilakukan pada hari Kamis se Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Info dari provinsi, pada hari Kamis 26 Agustus akan dilakukan pencanangan vaksinasi ibu hamil se Kalteng oleh Gubernur,” katanya, Senin 23 Agustus 2021.
Pemerintah menetapkan kebijakan ini untuk menekan angka risiko penularan dan kematian akibat Covid-19 pada ibu hamil. Pasalnya ibu hamil termasuk orang yang rentan terinfeksi.
“Ibu hamil termasuk kelompok rentan, dan perlindungan bagi seorang ibu yang menjadi pusat keluarga, apalagi yang tengah mengandung calon generasi penerus, mutlak kami upayakan. Karena itu, pemerintah terus berusaha memberikan proteksi kesehatan lebih bagi ibu hamil dari penularan virus Covid-19,” papar Umar.
Namun dirinya menegaskan, tidak semua ibu hamil dapat divaksin. Berdasarkan rekomendasi hanya ibu hamil yang berusia 12 sampai 32 minggu yang dapat diberi. Selain itu, ibu hamil yang memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg tidak dianjurkan dan dirujuk ke RS. Serta ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur akan ditinjau ulang.
“Pelaksanaannya sama juga dilakukan screening sebelumnya. Sementara sasaran kami ada 50 sampai 100 orang dulu. Semoga dengan adanya vaksinasi ini dapat mengurangi terpaparnya Covid-19 pada ibu hamil di Kotim,” sebutnya.
Sementara itu, total warga yang sudah divaksin berjumlah 12.290 orang. Meliputi tenaga kesehatan, petugas publik, lanjut usia, masyarakat umum dan masyarakat rentan terpapar Covid-19.
“Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksin Covid-19 terbilang cukup tinggi dibuktikan pengambilan antrean dari aplikasi registrasi vaksin mencapai ribuan orang,” kata Umar.
Kegiatan vaksin dosis pertama dan kedua oleh tim kesehatan terus digelar dan dipusatkan di sejumlah puskesmas maupun ditempat lainnya. Diharapkan dengan vaksinasi ini, angka terpapar mau kematian dapat terus ditekan.
(dev/hab/matakalteng.com)




















Discussion about this post