SAMPIT – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur (Kotim) Rihel menyarankan, bagi masyarakat yang membuat arang agar dilakukan pada sore hingga malam hari.
Hal itu disampaikannya menanggapi video yang beredar, dimana seorang warga Desa Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim membuat arang pada siang hari hingga menimbulkan hawa panas yang terbaca sebagai hot spot.
“Kalau dilihat secara kasat mata dari video itu seperti lahan yang terbakar bukan membuat arang, kalau membuat arang itu dari kayu galam dibakar di dalam lubang dan di atasnya ditutup tanah, bukannya di lahan terbuka,” ujar Rihel, Minggu 25 Juli 2021. Namun demikian, setelah diteliti lagi video yang beredar tersebut memang benar warga yang bersangkutan membuat arang di bagian dalam lahan.
“Membuat arang itupun dari kayu pilihan bukan asal kayu saja, bisa dari ulin, kayu kalapapa/halaban atau kayu galam. Tiga jenis itu yang biasanya dibuat untuk arang,” jelasnya. Menurut Rihel, jika pembuatan arang itu menjadi mata pencaharian sebaiknya pengolahan arang dilakukan pada sore hingga malam hari.
“Karena citra satelit itu menangkap hawa panas yang terbakar, apalagi di bakar mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB yang merupakan waktu dimana panasnya matahari sangat terik. Ditambah lagi suhu panas dari orang yang membakar atau membuat arang, akhirnya dideteksi sebagai titik hot spot atau titik api,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post