SAMPIT – Dianggap rawan dan mudah dipengaruhi oleh paham radikalisme, mahasiswa yang ada di Kota Sampit menjadi peserta sosialisasi kontra radikal dan deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat.
“Target kami kedepan ke tokoh masyarakat dan tidak menutup kemungkinan ke kampus-kampus, tapi saat ini masih pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan,” kata Kepala Badan Kesbangpol Kotim, Wim RK Benung, Senin 12 April 2021.
Baca juga berita lainnya
PILIHAN EDITORnya
COPYRIGHT &ckpy; 2018-ge/3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv> TEKNO HOLISTIKan><.iv> TENTANG KAMIan>PEDOMANan>DISCLAIMER/i> KEBIJAKAN PRIVASIan>KONTAK/i> PROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan> <">
PILIHAN EDITORnya
COPYRIGHT &ckpy; 2018-ge/3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv> TEKNO HOLISTIKan><.iv> TENTANG KAMIan>PEDOMANan>DISCLAIMER/i> KEBIJAKAN PRIVASIan>KONTAK/i> PROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan> <">
PILIHAN EDITORnya
2&&v>2&&!t.-idde-?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&a<6?O:I;xs (;i
