SAMPIT – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai diterapkan, bahkan tadi malam, Rabu 24 Maret 2021 Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat melakukan patroli keliling terkait penerapan protokol kesehatan dengan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati.
Dalam patroli tersebut yang menjadi sasaran yakni sejumlah tempat tongkrongan yang ada di Kota Sampit wilayah Baamang dan Ketapang, khususnya cafe dan angkringan yang sering menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Yang mana diketahui tempat hiburan harus sudah tutup pada pukul 22.00 WIB.
“Alhamdulillah, hasil patroli kami tadi malam di Baamang dan Ketapang aman terkendali. Hanya sebagian angkringan dan cafe yg masih perlu teguran dengan kurangnya perhatian untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19 karena masih buka di atas jam 23.00 WIB,” ujar Irawati, Kamis 25 Maret 2021.
Selain itu, masih ada yang tidak menerapkan physical distancing dan masih berkerumun serta kesadaran penggunaan masker masih kurang. “Padahal baru tadi kemarin Kotim menerapkan PPKM sesuai instruksi Bupati Kotim untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) agar Kalteng dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 khususnya di Kotim,” tutupnya.
Terpisah salah seorang pengunjung cafe yang sempat ditegur dan dibubarkan tadi malam Diana mengatakan, dirinya tidak mengetahui kalau cafe harus sudah tutup pada pukul 22.00 WIB. Sehingga dirinya dan teman-teman tetap santai di cafe hingga pukul 23.00 WIB sewaktu Tim Satgas Covid-19 datang.
“Pihak cafe juga tidak ada memberitahu jam berapa tutup, karena yang saya tahu biasanya memang buka sampai larut malam makanya kami santai saja sambil minum kopi. Kalau cafenya tutup kami pasti akan pulang dan tidak akan sempat ditegur oleh Satgas Covid-19,” ujarnya.
Diana berharap, jika PPKM sudah diterapkan di Kotim agar semua tempat hiburan diberitahukan supaya penyedia tempat bisa memberitahukan juga kepada pengunjung. Dirinya mengaku, tadi malam saat nongkrong sudah menjaga jarak dan memakai masker, namun tidak tahu kalau pengunjung lain tidak memperhatikan.
“Saya apresiasi Tim Satgas Covid-19 bersama Wabup Kotim turun langsung melakukan patroli, namun harapan saya kedepannya saat menegur lagi agar tidak membentak-bentak bahkan memeriksa KTP hingga menanyakan tempat tinggal dan keberadaan orang tua. Karena kami bukan pelaku tindak kriminal dan tidak semua orang tahu PPKM sudah diterapkan. Jadi harusnya lebih mengarahkan agar segera pulang, kami tidak akan melawan kalau dijelaskan baik-baik,” tutupnya.
(dia/matakalteng.co.id)





















Discussion about this post