SAMPIT – Serangan hama padi di lahan pertanian Kecamatan Teluk Sampit semakin meluas. Ratusan hektare padi sawah di wilayah lumbung padi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu terancam gagal panen.
Menanggapi hal tersebut Bupati Kotim Supian Hadi akan segera memanggil dinas terkait untuk mencarikan solusi agar hama padi tersebut dapat diatasi.
“Saya akan panggil secara khusus Dinas Ketahanan Pangan agar segera menangani itu dan juga terkait bantuan,” ujar Supian, Senin 8 Februari 2021.
Meski saat ini belum tertangani karena tidak ada bantuan racun, Supian yakin Dinas Ketahanan Pangan telah memprogramkan bantuan untuk para petani, tidak hanya pupuk atau saluran irigasi tapi juga racun hama.
Ia berharap tahun 2021 ini bantuan untuk petani Kotim terus berlanjut dan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dapat meringankan beban petani dan lebih terbantu.
“Mudah-mudahan tahun ini berlanjut dan lebih banyak lagi bantuan yang diberikan pada tahun 2021,” tambahnya.
Seperti diketahui, saat ini petani padi mengeluhkan tanamannya rusak diserang hama wereng dan cacing. Seperti yang dikeluhkan Ketua Kelompok Tani di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Mustafi’in. Ia mengatakan, dimusim penghujan hama wereng semakin merajalela, sehingga perlu perawatan yang lebih agar tanaman padi mereka dapat panen.
“Selain diserang hama wereng, tanaman padi kita juga diserang hama cacing yang memakan akar pada tanaman padi. Akibatnya tanaman padi kita menguning dan tidak subur,” katanya.
Ia menambahkan, luasan tanam padi untuk jenis Siam Epang di wilayah itu mencapai 50 Ha. Dalam sekali panen luasan 1 Ha sekitar 3,8 ton sampai 4,5 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan masa panen 4 bulan dalam keadaan normal. Tapi jika diserang hama seperti maka masa panen akan menjadi lebih lama hingga 5 bulan dan hasilnya pun tidak maksimal.
“Kalau seperti ini selain petaninya harus telaten juga memerlukan modal cukup banyak karena untuk membeli racun hama yang harganya tidak murah,agar hasil panen tetap bagus,” tutupnya.
(dev/matakalteng.co.id)





















Discussion about this post