SAMPIT – Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merupakan salah satu wilayah yang dianggap rawan terjadinya aksi kriminalitas. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut padat pemukiman penduduk.
Bahkan, aksi kriminalitas saat ini tidak hanya menyasar ke rumah-rumah bisa saja kost/wisma juga menjadi sasaran tindak kejahatan. Seperti yang dikatakan langsung oleh Kardiansyah, selaku Ketua RT 60, RW 07 di Baamang Tengah. Dirinya membenarkan bahwa wilayahnya banyak sekali terdapat kost/wisma yang dianggap rawan jadi sasaran kriminalitas.
”Saya minta agar setiap pemilik kos wajib lapor. Agar jika terjadi apa-apa bisa cepat melapor ke ketua RT dan dibantu dengan berkoordinasi pihak Kepolisian,” kata Kardiansyah, Jumat 4 Februari 2021.
Dirinya juga meminta agar para pemilik kos memantau setiap para penghuninya. Hal ini juga untuk mengantisipasi rumah masyarakat dan kost/wisma yang disalahgunakan sebagi tempat kumpul kebo dan pesta minuman keras (miras).
“Setidaknya, setiap penghuni kost diminta datanya seperti foto copy KTP. Kalau misalnya berpasangan, diminta bukti kesahan pemilik buku nikah tersebut serta begitu pula aktifitas masyarakat selalu dipantau,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Baamang AKP Ratno mengatakan, bahwa pihaknya saat ini telah menggalakan patroli terutama di malam hari menyasar ke permukiman masyarakat setempat guna mencegah aksi kriminalitas.
“Untuk di wilayah Baamang, yang paling rawan terjadinya aksi kriminal itu berada di Kelurahan Baamang tengah tidak menutup kemungkinan dibeberapa wilayah juga. Karena di sana banyak permukiman hingga menjadi sasaran kejahatan tanpa diduga-duga,” bebernya.
Ia mengimbau, kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaannya terutama warga Kelurahan Baamang tengah. Jika ada hal yang mencurigakan serta mengganggu Kamtibmas agar segera melapor ke Polisi.
“Jika bisa, aktifkan Pos Kamling di setiap wilayah terutama di dalam gang-gang yang sepi khususnya di Kelurahan Baamang tengah. Hal itu setidaknya dapat meminimalisir pergerakan pelaku kejahatan tersebut,” tegas Ratno.
(adi/matakalteng.com)





















Discussion about this post