SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Supian Hadi menemukan fakta baru terkait disiplin pegawai di wilayah pedalaman Kotim.
Ia mengungkapkan bahwa, untuk tenaga kesehatan (nakes) banyak yang tidak disiplin dengan aturan pegawai, diantaranya hanya bekerja dalam kurun waktu satu minggu sekali.
“Dari kegiatan sambang desa di pedalaman yang saya lakukan beberapa waktu lalu, saya temui nakes yang masuk bekerja hanya satu minggu sekali, bahkan ada juga dua minggu sekali,” ujarnya, Senin 7 Desember 2020.
Padahal menurutnya, para nakes memiliki tugas dan tanggungjawab memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Namun jika nakes itu sendiri saja tidak berada di tempat, bagaimana warga dapat mengakses layanan kesehatan.
“Nakes salah satunya seperti bidan dan perawat. Tidak berada di tempat setiap saat. Kasihan sekali warga di Pedalaman tentu sangat kesusahan mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kotim ini menambahkan, terbatasnya kondisi wilayah pedalaman serta minimnya signal justru dimanfaatkan oknum pegawai untuk memanipulasi data absensi. Sehingga para pegawai yang faktanya sering mangkir dari tugas, namun tetap mendapatkan haknya sebagai pegawai setiap bulannya.
Dengan demikian, ia meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat untuk mengevaluasi sistem absensi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sinyal internet.
“Kalau di wilayah perkotaan saya rasa disiplin pegawainya tinggi. Namun saya harap jangan hanya di wilayah perkotaan saja diketatkan, tapi juga harus sampai di pedalaman,” katanya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post