SAMPIT – Semenjak tujuh bulan terakhir pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memakan banyak korban, tidak terkecuali bayi, anak-anak dewasa maupun lanjut usia (Lansia). Seperti halnya salah seorang anak berusia 15 tahun berinisial “S” yang berjuang keras untuk sembuh dari penyakit yang mematikan itu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan data terakhir dari tim satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur ada sebanyak 357 orang. Namun tidak sedikit pula yang dinyatakan sembuh dari pasien terkonfirmasi positif ini. Berasal dari data yang sama jumlah yang sembuh ada sebanyak 317 orang.
S merupakan satu dari ratusan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah berhasil berjuang keras untuk sembuh. Kunci utama agar segera sembuh dari infeksi virus Corona adalah selalu bahagia dan tidak panik. Selama dalam perawatan dia selalu mentaati apa yang menjadi anjura para medis yang merawatnya.
Pasien dengan inisial S yang masih remaja dan masih duduk di kelas X salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sampit ini menceritakan, alasan kenapa bahagia dapat memulihkan dirinya dengan cepat, lantaran dengan bahagia dirinya tidak merasa tertekan dengan kondisi yang dirinya alami saat itu.
Selama dalam masa karantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, dia memiliki semangat yang luar biasa agar bisa sembuh dari penyakit yang menyerang pernafasan tersebut. Salah satunya dia selalu menghibur dirinya selama karantina, tidak stres maupun merasa tertekan sehingga akan mempengaruhi daya tahan tubuhnya.
Pasalnya, jika daya tahan tubuh kuat lebih mudah melawan infeksi virus tersebut.
“Kuncinya itu bahagia jangan sampai merasa tertekan, kalau tertekan jadi tidak enak makan susah tidur, akhirnya malah parah sakitnya,” katanya saat diwawancarai matakalteng.com di rumahnya, Selasa 27 Oktober 2020.
Remaja yang sempat melakukan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit menuturkan, banyak cara untuk menciptakan rasa bahagia. Seperti yang dia lakukan adalah melakukan hobinya yaitu dance meskipun dalam kondisi diisolasi.
“Saya suka ngedance dan sekarang banyak aplikasi yang canggih buat ngedance seperti tik tok, jadi saya main tik tok terus biar ga bosen juga,” terang S.
Sebelumnya S dinyatakan positif setelah ayahnya mengalami gejala yang menjurus kepada Covid-19. Dirinya merupakan pasien tanpa gejala Covid-19. Tidak hanya dirinya dan ayahnya, ibu S juga dinyatakan positif. Ketiganya kemudian dilakukan perawatan mandiri atau isolasi kurang lebih sebulan. Setelah dinyatakan sembuh, S dan orangtuanya kembali ke rumah dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
Warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang Sampit ini merupakan satu dari puluhan pasien positif Covid-19 dengan usia remaja. Namun tekadnya untuk sembuh membuat dia cepat sembuh dan lolos dari penyakit yang menghebohkan dunia tersebut.
Saat ini, dari hasil Swab test, S bersama bapak dan ibunya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Meski dinyatakan sembuh, mereka tetap menjalani hidup seperti biasa dan menerapkan protokol kesehatan sebagai antisipasi dan memberikan pelajaran kepada masyarakat lain di sekitar lingkungannya.
Banyaknya pasien sembuh di Kotim tidak lepas dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas penanganan Covid-19. Selain dari itu, hal terpenting adalah rasa bahagia yang harus diciptakan oleh pasien saat dalam perawatan.
(Deviana adalah wartawan matakalteng.com di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur)





















Discussion about this post