SAMPIT- Penerbangan tujuan Surabaya dan Semarang dari Bandara H Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) rencananya akan ditiadakan untuk sementara waktu.
Bupati Kotim, Supian Hadi mengatakan, penutupan ini dilakukan lantaran melihat banyaknya warga diantaranya karyawan kebun dan pelaku usaha yang mudik ke daerah setempat yang merupakan zona hitam.
Lonjakan pemudik ini dikarenakan pada saat lebaran Idul Fitri lalu warga yang berasal dari Jawa tidak dapat mudik lantaran adanya larangan dari pemerintah karena pandemi, sehingga mereka menggantikan mudik lebaran ini.
“Sekarang mulai terlihat orang mudik mengganti mudik Idul Fitri kemarin,” kata Bupati Kotim, H Supian Hadi, Senin 20 Juli 2020.
Rencananya, penutupan sementara penerbangan Serabaya dan Semarang ini akan dilakukan usai lebaran Idul Fitri. Pihaknya telah melakukan rapat dengan tim gugus tugas percepatan penangan Covid-19, dan akan berkoordinasi dengan pihak bandara terkait rencana penutupan sementara pada arus balik nanti.
“Kita melakukan rapat khusus tentang arus balik dan akan berkoordinasi dengan pihak bandara,” katanya.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19 di Kotim.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana melakukan rapid tes di bandara bagi warga yang baru datang dari luar daerah.
Jika hasil rapid tes banyak yang reaktif maka pihaknya akan menutup bandara selama empat belas hari.
“Kita sudah minta nanti yang baru datang langsung dirapid tes dibandara untuk kedatangan Surabaya dan Semarang,” tambahnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post