SAMPIT – Sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Masyarakat berlomba-lomba mencari hoby baru untuk menghilangkan rasa bosan. Pasalnya berdasarkan anjuran pemerintah, masyarakat harus mengurangi aktivitas berkumpul orang banyak.
Salah satu hoby yang banyak diminati masyarakat yaitu memancing. Meski sebelumnya hoby ini juga banyak diminati, namun sejak pandemi Covid-19 peminat hoby ini menjadi bertambah.
Salah seorang penjual alat pancing di Sampit Tri Gunawan alias Igun mengatakan, penjualan alat pancing sejak pandemi ini meningkat hingga 70 persen.
“Untuk mata pancing yang banyak dicari biasanya yang pepuyu. Sudah sekitar tiga bulan ini penjualan meningkat. Kalau hari biasanya sebelum pandemi kebanyakan orang dewasa saja yang membeli alat pancing. Sekarang banyak anak-anak dan remaja juga membeli alat pancing,” terang Igun, Minggu 19 Juli 2020.
Disebutkannya, dalam satu hari pihaknya mampu menjual sekitar 50 bungkus lebih mata pancing. Dibanding sebelumnya hanya mampu menjual 20 hingga 30 mata pancing.
“Sedangkan untuk tegek pancing atau batang pancingan sejak tiga bulan terakhir juga meningkat sebanyak 30 buah lebih per hari. Yang sebelumnya hanya menjual 20 buah per hari,” ujarnya.
Lanjutnya, kisaran harga yang paling banyak dicari yaitu mulai dari Rp 37 ribu untuk tegek biasa dan kisaran Rp 100 ribu untuk tegek antena atau yang menggunakan derek.
“Saat ini yang paling murah itu sedang kosong. Karena banyak sekali dicari,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post