SAMPIT – Setelah adanya pandemi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa sektor perekonomiam turut terdampak. Salah satunya penjualan buku-buku pelajaran yang dijajakan di pasaran menjadi menurun peminatnya.
Pasalnya dengan keadaan saat ini, sekolah-sekolah diliburkan dengan diganti belajar dari rumah secara daring. Salah seorang penjual buku di Jalan Rahadi Usman yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selama pandemi ini penjualan buku di tokonya yaitu toko empat saudara menurun drastis.
“Hampir 50 persen penjualan buku menurun, terutama buku-buku pelajaran. Namun dalam beberapa hari ini pelanggan sudah mulai lagi berdatangan. Mungkin karena sudah mulai memasuki ajaran baru,” ujarnya, Sabtu 18 Juli 2020.
Menurutnya, sebelum adanya pandemi ini. Meski belum memasuki tahun ajaran baru, pembeli buku-buku tetap banyak. Baik yang membeli secara satuan maupun partai. Terpisah, penjual buku lainnya Dahlia mengatakan, sudah beberapa bulan ini ia tidak membeli buku-buku untuk dijual kembali di kampungnya.
“Karena pembeli masih sepi, baru hari ini saya membeli buku lagi untuk dijual karena melihat keadaan sudah sedikit demi sedikit kembali normal. Itupun tidak banyak,” ujarnya. Lanjutnya, buku-buku yang biasanya banyak diminati anak-anak sekolah yaitu buku-buku agama seperti siksa neraka dan lainnya.
Karena ada beberapa sekokah yang sengaja meminta siswanya untuk menyumbangkan buku untuk perpustakaan sekolah. “Kadang ada juga anak-anak yang membeli untuk memenuhi tugas sekolah membuat semacam rangkuman,” sebutnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post