SAMPIT – Menjelang pemilihan kepala daerah di Kabupan Kotawaringin Timur (Kotim) dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2020, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk menjaga netralitasnya terhadap calon-calon yang di usungkan.
Netralitas ASN merupakan hal yang perlu terus dijaga dan diawasi, agar event Pemilu/Pemilihan dapat berjalan secara jujur (fairplay) dan adil antara calon yang memiliki kekuasaan dengan calon yang tidak memiliki relasi kuasa dilingkungan birokrasi pemerintahan.
Untuk itu Kapolres Kabupaten Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin mengungkapkan, untuk menjaga netralitas dalam pilkada 2020 ini, dirinya sangat berhati-hati. Termasuk tidak menerima tamu di luar jam kerja.
“Saya tidak mau menerima tamu dirumah dinas, siapa pun itu di luar jam kerja,” terangnya, Rabu 15 Juli 2020. Lanjut perwira menengah dengan dua melati dipundak ini, bahwa dirinya hanya menerima tamu di kantor dan itupun yang mempunyai kepentingan kerja saja. Jika tidak ada kepentingan kerja ia tidak akan menerima.
“Ini bentuk ke netralitasan saya. Jika ada yang ingin bertamu diluar jam kerja saya tidak akan menerima,” ungkapnya. Menururnya, siapa pun yang jadi bupati atau gubernur dirinya tidak ada kepentingan. Itu semua kehendak Allah SWT. Sehingga tidak ada alasan baginya untuk tidak netral.
“Perbedaan itu tidak apa, asal masih didalam kepala. Jangan sampai turun kehati. Karena kalau sudah kehati itulah yang bisa membuat ribut,” sebutnya. Ia juga menuturkan, pihaknya telah siap dalam melakukan pengamanan pilkada 2020. Baik yang di dalam Kota maupun di daerah-daerah hulu.
(ary/matakalteng.com)





















Discussion about this post